Arti Kripto: Pengertian, Fungsi dan Kenapa Orang-Orang Membeli Kripto

Kripto saat ini sedang mengalami tren positif di berbagai kalangan di dunia. Hadirnya mata uang digital semakin memantik minat masyarakat untuk berinvestasi.

Berdasar arti kripto, berinvestasi di mata uang digital sangatlah penting. Apalagi, zaman selalu berubah dan menanam aset menjadi sangat penting.

Pengertian Kripto Dari Segi Investasi

Kripto adalah seperangkat uang digital yang keamanannya mendapat jaminan dengan tingkat keketatan yang tinggi. Kriptografi adalah sistem yang menjamin keamanan kripto secara global.

Bagaimana kripto menjadi populer? Itu karena mata uang digital satu ini tidak ada ikatan apapun di bank. Karena faktor inilah membuat mata uang digital menjadi terlihat menarik dan menantang.

Kripto juga menggunakan jaringan blockchain yang canggih menggunakan sistem komputer. Inilah yang membuat marketnya semakin meluas karena menggunakan sistem yang sudah terkomputerisasi.

Fungsi Dari Kripto dan Jenisnya Yang Populer

Kripto adalah mata uang digital yang terus mengalami trend popularitas. Ini mengakibatkan pasar blockchain menjadi meningkat seiring waktu.

Fungsi yang spesifik pada mata uang digital satu ini adalah sebagai alat pembayaran yang sah. Adapun jenis-jenis kripto yang patut Anda coba adalah sebagai berikut:

1. Bitcoin (BTC) (BTC)

Jika dilihat dari popularitas, Bitcoin (BTC) menduduki peringkat pertama. Mata uang digital satu ini populer karena memiliki nilai jual yang tinggi.

 

Nilai eksposurnya tinggi sehingga berbagai kalangan lebih mempercayakan asetnya pada BTC. Hal inilah yang membuatnya terus mengalami peningkatan nilai jual dengan harga yang terbilang tinggi.

 

2. Ethereum (ETH)

Selanjutnya adalah Ethereum yang menduduki peringkat kedua. Seperti pada berita kripto hari ini di blog Nanovest maka Eth adalah peringkat kedua setelah Bitcoin (BTC).

 

Ethereum berdasar arti kripto menyasar pada platform cryptocurrency dengan nilai pangsa pasar sebesar 103,80B USD. Nilai tersebut menjadikan ETH menduduki peringkat kedua sekaligus pesaing ketat BTC.

 

3. Tether (USDT)

Nilai atau harga untuk Tether kini sudah mencapai USD 1 per koinnya. Dari sini maka USDT bisa disebut sebagai stablecoin.

 

Tether sendiri masih terikat oleh beberapa status mata uang yang kuat seperti USD Amerika. Ketika sudah menduduki nilai mata uang tertentu, maka USDT bisa dijadikan alat untuk berpindah ke cryptocurrency lain.

 

Nilai market dari mata uang digital jenis ini sudah menyentuh angka 66 miliar. Oleh sebab itulah USDT menjadi salah satu aset penting dimasa yang akan datang.

 

4. Koin USD (USDC)

Memiliki kemiripan dengan Tether, jenis koin USD ini juga memiliki andil penting dalam USD. Mata uang digital ini juga masuk ke kategori stablecoin.

 

Keuntungan menggunakannya adalah memiliki akses mata uang yang aman dan stabil. Banyak investor yang menggunakannya karena memiliki keyakinan penuh akan keamanan.

 

USDC juga memiliki akses keamanan ketat yang membuatnya akan dalam hal fluktuasi harga. Aset koin USD yang besar dan stabil memberikan keamanan tersendiri dalam perputaran mata uang digital.

 

Kenapa Orang-Orang Membeli Kripto

Apa yang mendasari orang-orang membeli kripto adalah karena nilainya yang mengalami kenaikan. Seperti yang tercantum pada harga Bitcoin hari ini yang menyentuh 1070552000 pada IDR.

Pengguna bisa melihatnya di Nanovest yang merupakan situs resmi. Informasi tersebut tertera dan bisa Anda amati pergerakannya.

Membeli kripto juga merupakan bentuk investasi berkelanjutan. Nilainya yang terus mengalami tren kenaikan inilah yang mendasari banyak orang memilihnya.

BTC juga bisa disebut setara layaknya emas digital. Dengan menyimpannya, maka akan ada surplus nilai sehingga harga jualnya dapat melambung tinggi.

 

Berdasar arti kripto, setiap orang berhak memilih untuk berinvestasi seperti membeli Bitcoin (BTC). Investasi mata uang digital adalah opsi yang cukup layak untuk dicoba.